Friday, 26 February 2016

Facebook Sekarang Pake Emoticon Reactions Kayak Path!


Screenshot from my post in Facebook this day


Jaringan wifi di kantor baru saja diperbaiki, sesaat kemudian saya langsung membuka akun facebook saya untuk melihat grup Kancut Keblenger. Saat sudah berhasil log in, saya iseng scroll down beranda, tidak berharap apa-apa (tjiuuss?), hanya sekedar ingin mengetahui kabar teman-teman di media sosial yang telah saya kenal sejak masa alay SMP silam. Tapi saya kaget dan sok heboh kayak liat artis Kpop Super Junior, tapi bukan, saya agak 'terkejut' dengan Facebook's supercharger, sekarang Facebook udah pake emoticon responses untuk like buttonnya!


Emoticon reactions in Facebook like button
5 emoji di Path yang bisa kita temui


Setelah dulu menerapkan tombol "dislike" yang sebagian orang (termasuk saya) berpendapat kalau tombol itu tidaklah berguna amat. Kalau orang gak suka dengan postingan orang lain, cukup di abaikan aja kan beres, gak perlu 'frontal' menunjukkan ketidaksukaan dengan dislike button tersebut.

Ini saya yang kudet atau apaan yak, di media online luar negeri mengungkapkan kalau penambahan emoji ini telah ada sejak September 2015, tapi cuma test out aja di 2 negara non-English, Spanyol dan Irlandia. Jadi sekarang memang baru diterapkan di Indonesia ya? Soalnya, meskipun bukan maniak Facebook, tapi medsos ini berada di urutan kedua paling sering dikunjungi setelah google mail (?) banyak chat masuk soalnyah, hahaha. Tentang perubahannya yang agak 'menyerupai' Path, bagus sih. Lebih bagus daripada ide dislike button dulu. 

Apakah 6 emoji ini akan berpengaruh terhadap gaya ber-medsos rata-rata orang Indonesia yang lebih sering ngebacot ria di komentar? Akankah emoji menggantikan kata-kata? Apakah emoji cukup membantu saat tak ada kata yang mampu kita tuliskan? Akankah si dia mengerti apa yang saya rasakan, apa yang saya pikirkan? Kenapa saya jadi mellow gini? Kenapa semua ini terjadi?

Thursday, 25 February 2016

Film 17 Again (2009)





Senin siang saya tidak punya banyak daftar kegiatan untuk dilakukan, jadi saya memutuskan untuk menonton film ajahh. Karena kemaren-kemaren saya sibuk benerr, makanya file film di laptop kesayangan udah kudet banget nih. Ada rekomendasi gak? Kalau ada film yang bagus ntar saya download deh, numpang wifi kantor haha. Film yang asik dan sesuai dengan usia 19 tahun, di bawah itu juga gak masalah, soalnya setiap kali nonton di rumah adek-adek entah dari mana suka ikut nimbrung! Repot juga kalo banyak yang mereka belum mengerti istilahnya, sering nanya-nanya. Saking keseringan jadi gak menghayati filmnya. Apalagi nih ya kalau nonton film yang ada scene 18+, capek ngawasinnya, harus diskip-skip gitu kan filmnya? Hahaha ancur.

Nah hari itu saya bongkar koleksi film lama, yang belum pernah sempat saya nonton. Ketemulah film tahun 2009, judulnya 17 Again. Udah lama banget nih di laptop, tapi baru bias nonton. Sebelum mulai nonton, dari judulnya sedikit bisa ditebak kan filmnya tentang apa? Tujuh belas lagi. Film ini pasti menceritakan tentang seseorang yang kembali mengulang masa-masa sweet seventeennya, entah karena ada sesuatu yang ingin ditebusnya di masa lalu, sekedar rindu dengan masa SMA yang tidak ada duanya, atau apalah dan memang betul sih tebakannya.

Film ini menceritakan tentang Michael O’Donnel, dengan masa SMA yang nyaris sempurna. Yap di masa mudanya dia harus membuat keputusan: beasiswa perguruan tinggi atau pacarnya Scarlet dan bayi di kandungannya.  

Pelajaran pertama dari film ini: jauhi sex before marriage! Serius guys, ini masalah klasik yang dialami oleh kebanyakan pasangan muda bahkan ada yang masih di bangku sekolah harus merelakan pendidikannya karena alasan ini.

Years Ago Today




Photo: Google
  
Pernah nonton filmnya “Begin Again”? Tau pasangan Greta dan Dave yang diperankan oleh Keira Knightley dan Adam Levine. Dengan kisah cinta yang seharusnya saling merindukan argh. Wait? No. Just Stop!

Sunday, 21 February 2016

Cara Mudah Mengganti Background Foto di Photoshop

The Journal of Newbie: Tutorial Mengganti Background


Tutorial edisi hari libur di rumah aja gak ada yang ajak jalan!

Hallo! Gak kerasa ah udah masuk pertengahan bulan aja. Lagi pada ngapain kalian? (ciaah sok perhatian. lagi baca blog lah! ) Langsung aja ya, tutorial mengganti background/ latar foto, yang bisa dipelajari dan dipraktekin sendiri oleh kalian yang non-designer, yang gak mengerti banyak soal software grafis. Biasanya nih ya, di tempat cuci foto kan ada tambahan biayanya kalau ganti latar (pengalaman juga sih, kalo kadang buru-buru gak sempet edit sendiri). Nah kalo kalian bisa edit sendiri bisa lebih hemat kan? Asal ada komputer/laptop plus photoshop!

Sebelum memulai, silahkan nyalain komputer/laptop, buka aplikasi photoshop (versi apa aja, gak jauh beda), sepiring pisang goreng, dan kopi hangat, assooyy!

Thursday, 11 February 2016

Pasir dari Tanjung Aan

Kita bisa melihat Tanjung Ann dari atas Bukit Merese. Pantainya lagi surut aja masih cantik hihi,

Sumpaah nemu tulisan lama ini di draft! Kirain udah di publish ternyata selama ini...

Hari ke-4 kita di Lombok, tepatnya 18 Agustus 2015 (busett udah berapa bulan yang lalu tuh)
Desma bertekad untuk membawa pasir sebagai oleh-oleh (hah?!), katanya titipan adeknya.
Walau gak sempat bawa pasir dari pulau Gili Trawangan, tenang, ada banyaak pantai yang akan kami datangi selanjutnya. Nah hari itu kami melanjutkan trip dengan menumpang mobil omnya Desma. Sampai disiapkan bekal segala. makasih ya om dan tante :')
 
Mobilnya dibawa sama Bang Jaya, yang tentu saja mengerti jalan dengan sangat baik, trus ada juga Bang Tara temannya Kak Jaya, serta Fia dan Fahri sepupu Desma.

Kiri ke kanan: Bang Jaya, Fahri dan batu akiknya, Bang Tara, Desma, Fia, Kawsar, Ekha (saya sendiri), dan Azizah. Baru berapa hari jalan-jalan kita udah coklat eksotis aja :3

Kami pun berangkat dari Mataram menuju Lombok bagian (kayaknya) Selatan, seperti yang tertera di peta. Tempat 'pertama' (selain Alfamart) yang kami singgahi adalah Selong Blanak. Pantainya sangat indah, dulu sih hanya bisa liat foto-fotonya di Instagram, tapi aslinya indah betttt. Selong Blanak adalah pantai pasir putih --pasirnya halus banget, bisa saya pake buat scrub. hehe.
Alhamdulillah Azizah sudah baikan setelah kemarin sempat flu sepulang dari Gili Trawangan.

 

Wednesday, 10 February 2016

February Random


Beberapa minggu yang lalu, saya dan kak Sultan Blue (bisa ditebak kan warna kesukaannya apa) chit chat tengah malam, saat itu kami tengah dirundung kejemuan dunia remaja usia dua puluhan (eh nggak deng, saya masih 19 tahun). Memang belakangan ini saya susah tidur entah karena kerja tugas final kemarin (tapi Alhamdulillah sekarang sudah libur semester), menulis, ataupun sedang mengerjakan sesuatu. Sedangkan kak Sultan gak tau tuh kenapa selalu begadang. Banyak pikiran kali. Atau mungkin dia adalah seorang raja dari kerajaan tak kasat mata yang sedang berekspansi, memikirkan kesejahteraan rakyatnya, pokoknya banyaklah yang harus dia pikirkan sehingga terpaksa harus begadang terus. 

Kami saling berbalas pesan, dengan pembahasan yang abstrak, pokoknya tangan asal ngetik-ngetik aja. Hingga akhirnya (entah karena apa) saya mengusulkan untuk collabse postingan. Haha sebentar, itu istilahnya udah cocok nggak ya? Tau  ah, entah apa istilahnya, intinya kita sepakat nulis di blog masing-masing dengan topik yang sama, Februari. Apapun itu, tulis. Alasannya kenapa pilih topik itu, simple. Yak betul! Karena sekarang adalah bulan Februari.

Tuesday, 2 February 2016

Judge A Cover By Its Book?


Ngerti gak sama judulnya? Pokoknya pahami ae lah *maksa

Saya teringat kepada salah seorang teman dari temanku (sebut saja namanya Mawar) yang pernah bertemu dengan seseorang yang awalnya dikenal dari sms dan telfon (ya, semacam kencan buta). Saya tidak tahu siapa yang menghubungi pertama kali atau bagaimana akhirnya mereka jadi akrab. Semuanya mengalir begitu adanya (tsah)
Siang setelah kelas bubar, mereka pun bertemu. Teman saya itu sebenarnya tidak begitu peduli dengan pertemuan Mawar, toh hal tersebut tidak akan mengubah fakta bahwa dia masih jomblo hingga lupa rasanya kencan.