Wednesday, 28 February 2018

Kenapa BRT Berhenti Beroperasi dan Sebagainya






Sepanjang Januari hingga awal bulan Februari, saya kebetulan lumayan sering bepergian keliling Makassar. Kota yang juga mendefinisikan diriku namun semakin sulit kupahami, saya khawatir ia terasa asing seiring waktu.

Beberapa minggu keliling kota ke sana-sini untuk berbagai urusan, saya menyadari ada yang berbeda di jalanan kota yang semakin tua semakin liar. Tidak satupun BRT menampakkan knalpotnya, termasuk di pusat-pusat perbelanjaan kota. Apakah hanya saya atau memang BRT istirahat mengaspal?

Kira-kira kenapa BRT harus berhenti beroperasi sementara atau selamanya?


 

Karena tidak ada satu pun pejabat sini berangkat dan pulang dengan BRT. Tidak seperti PNS dan pekerja kantoran di luar negeri yang bahkan punya aturan resmi untuk menumpang kendaraan umum.

Karena BRT besar, mengambil banyak ruang di jalan, mengambil terlalu banyak penumpang, dan terlalu murah.
Karena ber-AC, orang-orang yang punya penyakit sedikit-sedikit masuk angin seperti saya agak kesulitan berlama-lama di dalam BRT.
Karena beberapa orang sudah membaca novel Semua Ikan di Langit yang ditulis Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie, di dalam novel ada tokoh Bus, yang bisa membaca pikiran setiap orang saat kakinya menjajaki lantai bus. Itu bahaya! Terutama bagi orang jahat. Bus kok kepo.
Karena anak sekolahan banyak yang sudah punya motor dan mobil ke sekolah. Jalur BRT emang ga fokus ke angkutan sekolah.
Karena interior bus kurang kekinian, yang hitz dong.
Karena, itu urusan yang di atas, yang lebih tau permasalahan.

Padahal bus trip sudah saya dan B masukkan dalam agenda tahunan. Ya apa boleh bikin, sepertinya kami akan mengadakan musyawarah untuk revisi.

Ngomong-ngomong kalian merasakan apa kalau bus benar-benar berhenti beroperasi? B aja?

Karena sejak muncul lagi meramaikan jagad lakalintas kota, BRT meski penuh, tidak juga naik daun tuh. Masyarakat kebanyakan naik angkutan online, naik ojol man, bisa dijemput di rumah sampai tiba di depan pintu. Bekennya angkot online membuat jumlah kepemilikan kendaraan bertambah. Banyak orang (saya dengar langsung nih), berani kredit mobil atau motor untuk jadi driver online, karena peminatnya banyak jadi penghasilan akan membantu mereka nyicil. Emang ya yang besar bisa kalah sama yang selalu ada

Itu aja sih.


Di rumah, tunggu B menjemput, 28 Februari 2018.